Minggu, 27 Juli 2014

Ketika suara berganti dengan air mata



 Sapaan hari ini “Hay... “ erde ada sepotong cerita untuk hari ini.
Ini cerita lama yang ingin gue kupas kembali, bukan berarti gue gak bisa move on yaa....

Ini adalah situasi dimana gue sangat benci yang namanya di diemin. Semenjak saat itu gue berjalan sendiri. Berjalan tanpa mereka lagi disisi gue. Gue terima itu, terserah mau berpendapat apa, tapi yang harus ia tau. Disini, didalam hati gue ada tangis yang tersembunyi.


Biasanya kalau udah papasan bakalan panggil nama trus colek sedikit kadang sambil rangkulan. Tapi sekarang seperti musim dingin, kaku, dingin dan diam seribu bahasa. Malah kadang saking ekstrimnya gak saling bertemu mata, alias gak pake tatapan segala. Dunia itu kadang begitu kejam bukan? Sangat pilu, tapi apa daya. Gue cuma bisa pasrah terima keadaan. Kadang ada kalanya hati gue tergerak untuk memulai percakapan, tapi ketika percakapan itu dimulai ia hanya membalas seperlunya saja. Ketus, cuek dan dingin.

Gue manusia bukan sebuah benda. Gue juga punya perasaan, kalau terluka gue juga bisa memilih untuk diam atau mengalah dan menarik diri. Harusnya dia tau itu.
Dengan kondisi seperti ini terus, gue lebih memilih menarik diri dan diam. Gue akan mengontrol diri gue agar gue gak ikut campur lagi urusan masing-masingnya. Karena gue tau, posisi gue udah berubah untuk mereka. Malahan ia terang-terangan bikin status didunia maya nya kalau posisi gue tuh udah beda, trus dia nyaranin buat sadar diri juga. HAHAHAHA makasih teman udah ngingetin.

Dengan keadaan yang makin menjelaskan karakter seperti apa dia sehingga dia bisa tersenyum setelah apa yang dia lakuin ke gue. HAHAHAHA menakjubkan.......
Harusnya gue ngucapin “congratulations” buat dia yang udah mengganti statusnya dengan sosok yang sama dengan yang pernah gue miliki. Itu temen atau apa?? Are you kidding me?? OK, good job  buat dia yang udah ngasih pelajaran yang temanya limited edition. Makasih juga buat dia atas semua yang pernah ia lakuin ke gue. Gue gak nyesel  kenal +deket ama dia. Dengan begitu gue lebih kenal siapa dia sebenarnya.
Gue gak kehilangan siapa-siapa. Malahan gue mendapatkan orang-orang yang mampu terima kondisi gue apa adanya. Iya, inilah mengapa gue lebih seneng memilih untuk mengalah dari pada meladeni sesuatu yang gak jelas. Efeknya juga gak dibilang sederhana, soalnya ini menyangkut tentang IP gue sob,.. J Alhamdulillah naik....

Mengalah, mengabaikan omongan orang-orang yang sirik atau tidak suka ke gue, adalah pilhan yang terbaik yang pernah gue ambil. Terimakasih untuk sahabat-sahabat gue, si cipi ama bibik yang sampai saat ini masih ada disamping sisi gue. Juga buat temen-temen gue seperjuangan di kelas. Gue gak tau harus biilang apa kalau mungkin tanpa kalian gue udah berteman dengan kata ”nyerah” J

Terimakasih J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar